BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Candi Borobudur
merupakan salah satu keahjaiban dunia, sehingga sampai saat ini menjadi pusat
perhatian masyarakat lokal maupun manca negara, baik segi kepariwisataan maupun
kebudayaan. Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa
Tengah dan didirikan di atas bukit pada ketinggian 26.540 m di atas permukaan
laut.
Dengan
dijadikannya Candi Borobudur sebagai objek wisata, yang banyak di kunjungi
wisatawan asing, maka akan terjadi interaksi sosial antara wisatawan asing
dengan penduduk sekitar Candi Borobudur.
Salah satu
bentuk terjadinya hubungan sosial yaitu adanya kontak sosial antara dua pelaku
atau lebih sehingga akan ada hasil dari kontak sosial tersebut.
Maka dari itu,
penulis melakukan pengamatan tentang Hubungan Sosial Antara Wisatawan Asing dan
Penduduk Sekitar Candi Borobudur.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas penulis menyajikan pertanyaan. Pertanyaan tersebut
ditetapkan sebgai perumusan masalah.
Adapun rumusan
masalah yang akan dibahas :
1.
Apakah yang
dimaksud dengan hubungan sosial?
2.
Bagaimana
hubungan sosial antar penduduk Candi Borobudur?
3.
Bagaimana
hubungan sosial antar wisatawan asing dan penduduk sekitar Candi Borobudur?
C.
Tujuan
Penulisan
Bertolak pada
latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka penulis mempunyai beberapa
tujuan dari pengamatan ini adalah :
1.
Dapat
mengetahui apa yang dimaksud hubungan sosial.
2.
Dapat
mengetahui bagaimana hubungan sosial antar penduduk Candi Borobudur.
3.
Dapat
mengetahui bagaimana hubungan sosial antara wisatawan asing dan penduduk
sekitar Candi Borobudur.
D.
Ruang Lingkup
Penelitian
Penulisan yang
dilakukan penulis difokuskan pada hubungan sosial terutama hubungan sosial
antara wisatawan asing dan penduduk sekitar Candi Borobudur. dalam proses
penelitian tersebut, penulis hanya mengobservasi pada wisatawan asing dan
penduduk sekitar.
E.
Manfaat
Penulisan
Secara garis
besar manfaat yang diambil dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagi penulis
Penulis dapat
memperoleh wawasan khususnya tentang penyusunan sebuah laporan karya tulis dan
untuk menambah wawasan tentang hubungan sosial antara wisatawan asing dan
penduduk sekitar Candi Borobudur.
2.
Bagi Pembaca
Dapat menambah
wawasan tentang hubungan sosial antara wisatawan asing dan penduduk sekitar
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
F.
Sistematika
Penulisan
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan
Penulisan
D.
Ruang Lingkup
Penelitian
E.
Manfaat
Penulisan
F.
Sistematika
Penulisan
BAB
II LANDASAN TEORITIS
A.
Hubungan Sosial
B.
Syarat
Terjadinya Interaksi Sosial
C.
Pengertian
Wisatawan Asing
BAB
III METODOLOGI PENULISAN
A.
Metode dan
Teknik Penulisan
B.
Langkah-Langkah
Penulisan
C.
Populasi dan
Sampel
D.
Instrumen
Pengamatan
BAB
IV PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Hubungan Sosial
B.
Hubungan Sosial
Antar Penduduk Sekitar Candi Borobudur
C.
Hubungan Sosial
Antara Wisatawan Asing dan Penduduk Sekitar Candi Borobudur
BAB
V PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
BAB II
LANDASAN TEORITIS
A.
Hubungan Sosial
Hubungan
antarmanusia terjadi karena manusia saling membutuhkan. Setiap manusia memiliki
berbagai kebutuhan, kepentingan, dan hasrat. Hubungan dengan orang lain
merupakan kebutuhan mendasar dalam diri manusia. Setiap manusia berkenalan,
bekerja sama, berorganisasi, bersaing, bahkan berkonflik untuk mendapatkan
sesuatu.
Hubungan sosial
adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling memengaruhi. Contoh interaksi
sosial adalah tawar menawar antara penjual dan pembeli.
B.
Syarat
Terjadinya Interaksi Sosial
1)
Kontak Sosial
Kontak Sosial
berasal dari bahasa latin (cum) yang berarti bersama-sama dan (tangere) berarti
menyentuh. Kontask sosial dapat berupa postif dan negatif. Positif berarti
mengarah pada kerja sama. Sedangkan negatif mengarah pada pertentangan atau
konflik.
2)
Komunikasi
Komunikasi
adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih
sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Unsur pokok
dalam komunikasi :
-
Komunikator,
yaitu ornag yang menyampaikan.
-
Komunikan,
yaitu orang yang menerima.
-
Pesan, yaitu
sesuatu yang disampaikan oleh komunikator.
-
Mesia, yaitu
alat untuk menyampaikan.
-
Efek, yaitu
perubahan yang diharapkan.
C.
Pengertian
Wisatawan Asing
Wisatawan
adalah individu atau kelompok yang mempertimbangkan dan merencanakan daya beli
yang dimilikinya untuk perjalan rekreasi dan berlibur, ketertarikan dan
memiliki motivasi tertentu atas perjalana, pengalaman perjalanan, keinginan
untuk menambah wawasan, tertarik oleh pelayanan yang diberikan suatu daerah
tujuan wisata yang dapat menarik pengunjung di masa yang akan datang.
Wisatawan asing
sendiri adalah ornag asing yang melakukan perjalanan wisata, yang datang
memasuki negara lain yang bukan merupakan negara asalnya.
BAB III
METODOLOGI PENULISAN
A.
Metode dan
Teknik Penulisan
a.
Metode
Penulsian
Dalam penulisan
laporan ini penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara
pengumpulan data, kemudian dihubungkan antara satu dengan lainnya sehingga
diperoleh rumusan dan analisa, kemudian disimpulkan.
b.
Teknik
Pengumpulan Data
Adapun teknik
pengumpulan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :
1.
Teknik
Observasi, tekni ini dipergunakan untuk mengamati secara langsung keadaan
sumber data yang diamati.
2.
Teknik Telaah
Pustaka, teknik ini dimaksudkan untuk memperoleh berbagai informasi tentang
data yang akurat, yaitu dengan cara menelaah buku utnuk menemukan data yang
diamati, dan membuka situs-situs internet sebagai pelengkap bahan.
B.
Langkah-Langkah
Penulisan
Penulis dalam
melakukan pengamatan, menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Memilih masalah
2.
Mengumpulkan
data
3.
Menentukan
sumber data
4.
Mengolah data
5.
Membuat
kesimpulan
6.
Menyusun
laporan
7.
Melaporkan
hasil pengamatan
C.
Populasi dan
Sampel
Populasi adalah
objek yang diteliti dan populasi pada pengamatan yang penulis lakukan adalah
“Hubungan Sosial”.
Sampel adalah
bagian dari populasi yang mewakili seluruh populasi. Adapun yang menjadi sampel
pada pengamatan yang penulis lakukan adalah “Hubungan Sosial Antara Wisatawan
Asing dan Penduduk Sekitar Candi Borobudur”.
D.
Instrumen
Pengamatan
Adapun
instrumen yang digunakan pengamatan yang penulis lakukan adalah telepon seluler
dan kamera.
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Hubungan Sosial
Hubungan sosial
adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling memengaruhi antar individu,
antar individu dan kelompok, dan antar kelompok. Gilin mendefinisikan interaksi
sosial sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamas yang menyangkut hubungan
antarindividu, antar individu dan kelompok dan antar kelompok.
Setiap manusia
membutuhkan manusia lain untuk emmenuhi kebutuhannya. Misalnya, kebutuhan untuk
makan, berpakaian dan memperoleh pendidikan. Pada dasarnya hubungan sosial
terjadi karena manusia saling membutuhkan.
B.
Hubungan Sosial
Antar Penduduk Sekitar Candi Borobudur
Sebagai makhluk
hidup tidak akan lepas dari hubungan sosial terutama masyarakat sekitar Candi
Borobudur. Hubungan sosial masyarakat sekitar Candi Borobudur cukup baik yaitu
seperti, saat masyarakat yang berhilir musik melakukan aktivitas mereka
masing-masing saling tegur sapa antara satu sama lain. Dengan menggunakan
bahasa daerah setempat membuat mereka terlihat dekat walaupun mempunyai
kesibukan masing-masing.
Ada sebagian
masyarakat yang terlalu sibuk dengan aktifitasnya yang menyebabkan kurangnya
komunikasi, tetapi itu sudah menjadi tradisi atau kebiasaan yang terjadi. Yang
termasuk ke dalam masyarakat Candi Borobudur yaitu para pedagang baik pedagang
asongan maupun pedagang kaki lima, pemandu wisata, pengemis dan lain-lain.
Kebanyakan
hubungan sosial yang terjadi pada masyarakat Candi Borobudur baik-baik saja
baik hubungan antara pedagang asongan dengan pedagang kaki lima maupun
sebaliknya. Hubungan sosial yang cukup erat dan cukup terjaga sehingga tidak
akan menimbulkan permusuhan.
C.
Hubungan Sosial
Antara Wisatawan Asing dan Penduduk Sekitar Candi Borobudur
Hubungan sosial
antar wisatawan asing dan penduduk sekitar Candi Borobudur normal-normal saja
tergantung wisatan yang berkunjung. Para wisatawan asing yang mengunjungi objek
wisata Candi Borobudur sibuk terhadap pengambilan gambar atau berfoto dengan
keindahan Candi Borobudur apalagi jika wisatawan tersebut sedang melakukan
penelitian.
Para
peminta-minta yang berada disekitar Candi Borobudur meminta-minta kepada para
wisatawan dengan cara berbeda-beda namun kepedulian para wisatwan asing cukup
ada ketika hati mereka terenyuh melihat para peminta-minta tersebut. Bahkan ada
wisatawan yang berbincang-bincang dengan salah seorang pengemis.
Di samping itu,
para pedagang asongan yang berada di sekitar Candi Borobudur ramai menawarkan
dagangan mereka, mulai dari makanan hingga kerajinan. Ketika para pedagang
asongan menawarkan dagangannya tidak sedikit para wisatwan yang menolak baik
penolakan dengan cara lembut maupun dengan cara yang kasar. Bahkan ada juga
yang tidak menanggapinya sama sekali. Tetapi ada juga wisatawan asing yang
menanggapi para pedagang dikarenakan sebuah penelitian, yaitu dengan cara
memotret dan mewawancarai.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Candi Borobudur
merupakan salah satu objek wisata di dunia, sehingga banyak dikunjungi para
wisatawan asing. Akibatnya akan terjadi hubungan sosial antara wisatawan asing
dengan masyarakat sekitar.
Salah satu
contoh bentuk hubungan sosial, yaitu percakapan antara wisatawan asing dengan
para pedagang pada saat pedagang menawarkan daganagannya. Sebagai makhluk
sosial, manusia pasti membutuhkan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya.
B.
Saran
Dari pembahasan
di atas, penulis mengharapkan demi kesempurnaan karya tulis ini, diharapkan
setelah membaca karya tulis ini penjaga dapat mengetahui dan menjaga hubungan
sosial antar masyarakat dengan baik. Serta diharapkan untuk kedepannya masalah
sumber-sumber sebagai pendukung atau referensi penyusun karya tulis dapat lebih
lengkap dan lebih menunjang.
DAFTAR PUSTAKA
https
: //kyrisky.wordpress
mutiajaib.blogspot.com
candrapuspitaaz.blogspot.com
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama YAYAT KARYATI lahir di Ciamis, pada tanggal 02
bulan Januari tahun 2000. Orang tua penulis yaitu ayah bernama SARNEN sedangkan
ibu bernama EROH dan sekarang berdomisili di Dusun Cukangbiru RT.06 RW.13 Desa
Tambaksari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis.
Penulis menyelesaikan pendidikan SD/MI di MI Tambaksari pada tahun
2005 dan lulus tahun 2011, SMP Negeri 1 Tambaksari tahun 2011 dan lulus tahun
2014. Kemudian melanjutkan di MA Negeri Rancah tahun 2014, sampai saat ini
dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Pendidikan pesantren di tempuh pada tahun 2014 sampai saat ini,
yaitu pesantren Hasinul Fitriyah yang beralamatkan di Depok Rancah Hilir.
Demikian riwayat hidup penulis semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi
Rahmat dan Hidayah-Nya kepada penulis. Amin.
No comments:
Post a Comment